Kajian Tafsir Ba’da Subuh QS Al-Kahfi ayat 83 – 91

πŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€πŸŒΎπŸ€

Oleh Ustadz KH Sona’i Abdurrahman, Lc

Ahad, 30 Desember 2018

_Oleh : Three (trihandajanibagus@gmail.com)_

 

Bismillaahirrohmanirrohiim,

 

Orang-orang kafir Mekkah (yahudi) ingin membuktikan bahwa Nabi Muhammad adalah benar seorang nabi akhir zaman, mereka menanyakan 3 hal untuk menguji hal tersebut, salah satu pertanyaan yang ditanyakan ada di ayat 83, tentang Zil-Qornain. Sebenarnya sejak lama orang-orang yahudi sudah mengetahui bahwa Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman tetapi karena mereka hasad mereka mendengki dan menolak kebenaran, mereka didoktrin untuk tidak percaya akan hal itu. Jadi sebenarnya, apapun yang mereka tanyakan dan berhasil dijawab oleh Rosulullaah tidak akan mengubah ke-hasad-an mereka, mereka tetap saja menolak Rosulullaah dan tetap menginginkan nabi akhir zaman berasal dari kalangan mereka.

 

Siapakah Zil-Qornain ?Β  Zil-Qornain tidak diterangkan baik di dalam Al-Quran maupun oleh Rosulullaah tentang siapa dan dimananya. Di ayat-ayat ini hanya diterangkan tentang hal-hal yang pokok mengenai perjalanannya. Zil atau Zul-Qornain artinya “Pemilik 2 Tanduk”. Ada yang mengartikan bahwa ia adalah seorang yang memiliki rambut panjang yang dikepang 2. Ada yang mengatakan seorang pemimpin yang memakai perisai tembaga seperti 2 tanduk. Ada juga pendapat-pendapat lainnya. Karena tidak diterangkan dengan rinci di dalam Al-Quran dan juga oleh Rosulullaah maka membuka peluang untuk perdebatan. Tetapi yang jelas ia adalah seorang yang taat beribadah kepada Alloh (seorang yang sholeh). Ada pendapat bahwa nama aslinya adalah Abubakar Al-Afriki dan beberapa pendapat lain.

 

Di dalam ayat 84 diterangkan bahwa Alloh memberinyaΒ  kekuasaan dan memudahkan urusannya. Alloh memberinya banyak sarana dan fasilitas.

 

Di dalam ayat 86, diterangkan berangkatlah Zil-Qornain ke arah barat. Para ulama menerangkan bahwa ia sampai di lembah danau Kuswini (di daerah sekitar Iran-Irak-Georgia-Kazaktan). Di sana ada sebuah kaum yang selalu melakukan kemaksiatan. Zil-Qornain mendapat ilham untuk mendakwahi mereka. Zil-Qornain mengatakan “Jika diantara mereka tetap melakukan kedzoliman maka kami akan siksa mereka (memberikan hukuman), jika seandainya mereka mati atau tidak mati, akan dikembalikan kepada Tuhannya (untuk nanti di akhirat ia akan disiksa oleh Tuhannya)”.

 

Setelah selesai mendakwahi penduduk lembah itu ia berangkat lagi untuk mendakwahi daerah lain.Β  Ia sampai ke arah timur (daerah sekitar Korea timur-Mancuria).Β  Setelah itu ia berangkat lagi dan menemukan suatu kaum di antara 2 gunung yang tinggi (mengenai hal ini akan diterangkan kemudian tentang ya’juj wal ma’juj).

 

Yang terjadi saat ini adalah orang benar (mu’min yang lurus) disebut sebagai penjahat dan siapa yang membelanya dituduh sebagai sesama penjahat.

 

Mengaji dan beramal dengan ilmu